Pasif Income

Senin, 13 September 2010

Makna di Balik Filosofi Bisnis China

Salam Sehat dan Sukses

Pengamat kebudayaan China, Leman Yap ( Segmen Utama, Marketing, no 01/X/ Januari 2010)

Filosofi dasar yang dimiliki orang China adalah 4C+2C yaitu : cincai, cengli, cin lau dan ce lie, kemudian cien dan cuan.

Cincai, artinya dalam berbisnis orang China selalu beranggapan rugi sedikit di satu atau dua produk tidak masalah, asalkan bisa untung besar di produk yang lain.

Ceng li atau fair, yaitu orang China sangat mementingkan arti sebuah kepercayaan. Baik untuk menjaga kualitas produk juga harga agar kepercayaan konsumen tetap terjaga.

Cin lau, yaitu rajin. Bila orang lain hanya menjual, misal karpet, orang China tidak hanya menjual, tetapi mengantar sampai ke rumah pembeli dan kadang sekalian memasangkannya.

Ce lie, maknanya pandai menggunakan strategi.

Dua unsur C yang lain, yaitu Cien (uang) dan Cuan (nilai). Dua unsur inilah yang memotivasi orang China untuk sukses. Sehingga bagi orang China, setiap perkataan, perbuatan dan pikiran orang, semuanya harus menghasilkan nilai dan uang.

Filosofi itu semua diartikan oleh orang China ; bahwa bila mau sukses, jangan terus menjadi karyawan, namun harus menjadi pengusaha, meskipun dalam taraf unit usaha kecil menengah. Karena kesuksesan tidak akan pernah diraih dengan menjadi seorang pekerja. Sebab sekalipun kita bekerja mati-matian untuk orang lain, hasil yang didapat bukan sukses yang sebenarnya, melainkan "mati" ( tidak pernah cukup secara finansial, sakit, selalu merasa tidak ada hasil dan lain-lain)
Bagi orang China, untuk mencapai kesuksesan harus bersikap ALL OUT, karenanya setiap orang sukses adalah mereka yang menggunakan segenap potensi, semua tenaga, keahlian, untuk keluar sebagai jawara. Kalau hanya setengah-setengah, maka bisa dipastikan siapapun Anda, tidak akan pernah berhasil sukses.

Kelemahan orang China, yaitu terkadang kelewat batas dalam mengagungkan uang. Semuanya selalu dinilai berdasarkan uang, padahal hal itu bukanlah ukuran yang pas untuk semuanya.
Sebagai contoh, misalkan ada pelukis yang pandai. Bagi kebanyakan orang, si pelukis akan dikatakan hebat berdasarkan nilai seni yang terkandung dalam karya lukisnya. Namun bagi orang China tidaklah demikian, si pelukis bisa dikatakan hebat bila dia berhasil memiliki banyak uang dari hasil menjual lukisannya. Bukan terhadap nilai seni dalam lukisannya.

Kita sebagai bangsa dengan sumber daya manusia yang jumlahnya hampir sama dengan China dan mempunyai kekayaan sumber daya alam yang luar biasa, seharusnya bisa menandingi China. Pasti ada sesuatu kesalahan yang telah terjadi di dalam negeri yang harus kita pecahkan bersama. 
Jumlah pengusaha sukses di Indonesia masih jauh ketinggalan dibandingkan negara lain. Kira-kira Indonesia masih membutuhkan 25 juta orang pengusaha sukses agar kita bisa menjadi macan Asia.

Semoga ke depan, Indonesia bisa membenahi semuanya. Dan tidak selalu bergantung kepada negara lain dalam hal finansial.




1 komentar: