Salam Sehat dan Sukses
Saya dulu adalah orang yang minder dan rasanya paling minder se dunia. Hal perasaan minder ini saya rasakan saat Sekolah Menengah Pertama, dimana SMP saya termasuk salah satu favorit di kota Semarang, yang notabene mayoritas anak-anak pejabat atau pengusaha kaya banyak sekolah disitu. Apa yang menjadikan saya minder? Pertama, saya masuk di kelas yang kategori anak-anak titipan, karena NEM sebenarnya kurang memenuhi syarat, kedua, teman-teman banyak yang diantar pakai mobil, dan banyak yang bawa motor sendiri, ketiga, saya jarang sekali kumpul di kantin karena uang saku saya hanya cukup buat naik angkot, karena dari rumah sudah diberi bekal makan, ke empat, saya merasa tidak mempunyai suatu keunggulan, misal main gitar, nyanyi, main basket ataupun sepakbola.
Setiap kali ada acara kumpul-kumpul, saya selalu tidak mau datang, karena saya tidak bisa tampil modis seperti teman-teman yang lain. Dan saya selalu berteman dengan teman yang sama-sama pemalu, akibatnya rasa kurang percaya diri saya semakin bertambah. Padahal kalau di kampung saya termasuk anak yang pandai bergaul dan punya banyak teman. Sifat minder atau kurang percaya diri ini terbawa sampai saya sekolah SMA, kuliah, bahkan saat sudah bekerja dan mempunyai keluarga. Yang menyebabkan saya justru kurang disukai oleh teman-teman. Bahkan saat makan bersama keluarga di warung makan pun, istri saya yang selalu pesan menu makanan dan minuman. Sangat memalukan sekali.
Rasa percaya diri saya mulai muncul saat mulai membuka bisnis pertama bersama istri, karena usaha yang saya buka pertama adalah berdagang dan mau tidak mau harus berhubungan dengan banyak orang agar usaha saya mendapatkan banyak pelanggan. Sedikit demi sedikit saya mulai belajar mengenal atau memahami tentang jenis-jenis barang yang saya jual, agar bisa menjawab pertanyaan pelanggan dengan baik. Saya juga mulai memberanikan diri untuk menatap lawan bicara dan berani mengambil resiko dimarahi pelanggan jika ada keluhan tentang kualitas barang yang saya jual.
Cara belajar saya untuk menumbuhkan rasa percaya diri cukup sederhana, yaitu saya sering melihat acara-acara humor di televisi, bagaimana seorang pelawak yang (maaf) wajahnya lebih jelek dari saya berani tampil di depan banyak orang, kemudian saya sering melihat MC dalam acara-acara, baik di televisi maupun di acara-acara off air. Dari situ saya lantas berpikir, kalau orang lain bisa seperti itu, kenapa saya tidak?
Jawabannya ternyata ada dalam diri, saya mulai sering di depan cermin, bicara sendiri, senyum, tertawa atau apa saja seolah-olah saya sedang menghadapi orang lain, atau banyak orang. Saya juga mulai meyakinkan diri bahwa saya adalah orang yang tampan, rapi, pandai dan berpendidikan, namun bukan sombong loh...
Di setiap kesempatan ada acara yang menghadirkan banyak orang, saya selalu hadir, dan mencoba berinteraksi dengan orang-orang yang belum saya kenal. Alhasil dalam jangka yang singkat rasa percaya diri saya mulai tumbuh dan berkembang. Kemampuan berhubungan dengan orang lainpun selalu saya asah, dengan mencoba membantu memberi masukan pada orang lain yang mempunyai masalah ketidakpercayaan pada diri. Saya mulai bergaul dengan orang-orang yang saya nilai rasa percaya dirinya tinggi, seperti orang yang berprofesi sebagai MC, marketing, motivator dan lain-lain.
Dulu saya juga tidak pernah mau tampil sebagai seorang pemimpin atau ketua dalam suatu kelompok, sekarang justru selalu mengajukan diri jadi pemimpin. Pokoknya dalam hati saya selalu tekankan, bahwa saya tidak boleh takut salah, berani angkat bicara dan memberi masukan yang berguna selama tidak menyinggung perasaan orang lain.
Keinginan saya sebagai seorang motivator dan penulis sangat kuat, itu yang mendorong saya untuk percaya diri. Tanpa rasa percaya diri, saya tidak akan bisa menuangkan pikiran saya ke dalam tulisan, dan tidak berani berdiri di depan banyak orang.
Suatu pesan berguna saya dapatkan dari teman, agar saya selalu banyak membaca dan mendengar. Dari situ sedikit demi sedikit pengetahuan saya bertambah. Dengan bertambah pengetahuan, bertambah pula rasa percaya diri, karena saat bicara dengan orang lain dengan bahasan yang berbeda bisa nyambung.
Seperti menulis dalam blogger ini, walau blogger saya tampilannya menurut orang lain belum bagus, saya tetap saja menulis, karena saya punya keyakinan yang kuat, bahwa menurut saya, blogger saya tampilannya sudah bagus ( tidak ada kecap yang nomer dua kan?)..
Bahkan saya buat dua blogger lain dengan tema yang berbeda. Agar saya terlatih menulis beberapa tema yang berlainan.
Jadi bagi Anda yang secara tidak sengaja membaca tulisan saya, dan kebetulan punya masalah dengan rasa percaya diri, segera munculkan rasa percaya diri Anda, sudah banyak artikel di internet yang membahas masalah percaya diri, jadi lebih mudah belajarnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar